Username:

Password:

Fargot Password? / Help

Archive for May 2013

0

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jawa Timur melalui UPT. Museum Negeri Mpu Tantular bermaksud menggelar lokakarya Pengrajin Keris Se Jawa Timur dengan tema "Keris dan Pemasarannya" yang akan diselenggarakan pada tanggal 23-24 Mei 2013 bertempat di Hotel Royal Tretes View.

0

SAKSIKANLAH... Program Bincang Budaya dengan tema "Museum Menyapa Generasi Muda" di TVRI Jawa Timur, hari Rabu, 22 Mei 2013, pukul 18.00 WIB.

0

SAKSIKANLAH... Pergelaran Reog Ponorogo "SINGO MENGGOLO" oleh Paguyuban Polres Sidoarjo Pimp. AKP. Samsul Hadi, SH. Hari Minggu, 12 Mei 2013, pukul 09.00 WIB di Museum Mpu Tantular,... Gratiiiiiss!!!

 

Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.